Sebuah program bincang edukatif FKIP Universitas Subang sukses mengudara di Studio Radio Benpas Subang pada Sabtu (25/7), yang mengupas tuntas strategi kebahasaan dan tantangan psikologis manusia modern dalam menghadapi arus informasi yang serba cepat
Dipandu oleh Revalina Aprilia, Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, menghadirkan Sunara, S.S., M.Pd. pada sesi pertama, yang memaparkan materi lanjutan mengenai English Word Formation part 2. Ia menjelaskan bahwa pemahaman tentang bagaimana sebuah kata dibentuk merupakan fondasi utama dalam menguasai bahasa asing.
Sunara pun merinci berbagai jenis pembentukan kata yang wajib dipahami oleh para pembelajar bahasa. Ia menjelaskan bahwa proses linguistik ini sangat beragam dan krusial untuk meningkatkan kelancaran berbicara. Menurutnya, pembentukan kata bahasa Inggris sangatlah banyak, di antaranya ada eponym, hypocorism, derivasi, infleksi, pembentukan kata yang lain dari bunyi. Misalnya ada clipping, blending dan yang lainnya.
Sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan dari H. Dody Wahyudi Purnama, M.Pd. yang mengangkat tema Menjaga Fokus di Era Instan. Ia menyoroti fenomena menurunnya daya konsentrasi masyarakat saat ini akibat paparan teknologi yang berlebihan.
Dody menjelaskan bahwa topik ini murni didasari oleh realitas sosial masyarakat modern yang rentan terhadap distraksi. Menurutnya, fokus seseorang itu berbeda-beda, terutama di maraknya teknologi dan informasi yang berkembang, dengan berbagai penyebab utama yang meliputi kelebihan beban informasi, banjir notifikasi, budaya instan, penggunaan media sosial yang masif, hingga kebiasaan multitasking.
Untuk mengatasi krisis konsentrasi tersebut, Dody membagikan tujuh pilar fokus yang sangat aplikatif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah-langkah tersebut mencakup anjuran untuk selalu memulai hari dengan tujuan yang jelas, menuntaskan satu pekerjaan hingga selesai sebelum beralih ke tugas lain, dan dengan tegas mematikan notifikasi perangkat.
Ia juga sangat menyarankan penggunaan teknik Podomoro, yaitu mendedikasikan waktu dua puluh lima menit untuk fokus penuh yang diselingi dengan lima menit istirahat. Pilar selanjutnya adalah memastikan tubuh mendapat tidur yang cukup, rutin berolahraga, serta berani menyisihkan waktu khusus untuk sepenuhnya terlepas dari gawai.
Sebagai penutup, keduanya menegaskan bahwa generasi saat ini dihadapkan pada dua tuntutan utama, yakni harus terus meningkatkan kapasitas diri dengan belajar bahasa dan menjaga kesehatan mental dengan fokus di tengah gempuran budaya instan.



