Komentar

Suasana akhir pekan di Subang diwarnai dengan siaran radio yang penuh wawasan dan kehangatan budaya dalam program rutin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang yang kembali mengudara di Studio Radio Benpas Subang pada Sabtu, (14/3).

Mengusung tema Ramadhan Greetings from Around the World atau ucapan selamat Ramadhan dari berbagai negara di dunia, dipandu oleh Annisa Mega Utami, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dengan menghadirkan narasumber Lusiana Suciati Dewi, M.Pd.

Mengawali paparannya, Lusiana mengingatkan kepada para pendengar bahwa bulan suci Ramadhan tidak hanya semata-mata dirayakan di Indonesia, namun juga disambut dengan suka cita oleh jutaan umat Muslim di berbagai belahan dunia.

Menurutnya, salah satu hal yang paling menarik dari keberagaman ini adalah bagaimana setiap negara ternyata memiliki cara yang tersendiri untuk mengucapkan selamat dalam menjalankan ibadah puasa.

Lusiana juga membagikan ragam kalimat ucapan langsung ibadah puasa dari berbagai penjuru dunia.

“Jika kita melihat ke negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab, ucapan yang paling umum didengar adalah Ramadhan Mubarak yang berarti semoga Ramadhan penuh berkah. Juga Ramadan Kareem yang bermakna semoga Ramadhan penuh kemurahan dan kebaikan,” jelas Lusiana.

Beranjak ke daratan Eropa, Lusiana mencontohkan bagaimana masyarakat multikultural di Inggris Raya saling melempar sapaan. Di sana, ucapan tersebut tidak hanya dipakai oleh umat Muslim saja, tetapi digunakan juga oleh kalangan non-Muslim sebagai wujud penghormatan kepada mereka yang beribadah puasa.

Ia mencontohkan penggunaan sapaan bahasa Inggris, seperti kalimat Wishing you a blessed Ramadhan yang berarti semoga Anda mendapatkan Ramadhan yang penuh berkah.

Adapun untuk situasi yang lebih formal, tak jarang masyarakat mengucapkan May this Ramadhan bring peace, happiness, and prosperity to you and your family.

Lusiana juga mengajak melintasi beragam bahasa lain di Eropa. Di Prancis, yang memiliki salah satu komunitas Muslim terbesar, orang sering mengucapkan Bon Ramadhan yang artinya selamat menjalankan Ramadhan.

Sementara itu, di Jerman, masyarakat lokal sering saling mendoakan dengan mengucapkan Schönen Ramadhan yang bermakna semoga Ramadhan yang indah.

Jejak peradaban lisan juga sangat terasa di negara dengan pengaruh budaya Ottoman seperti Bosnia dan Herzegovina. Di sana, orang sering mengucapkan Ramazan Šerif Mubarek Olsun yang berarti semoga Ramadhan yang mulia membawa berkah.

Sementara di Turki, masyarakat menyapa dengan Hay?rl? Ramazanlar untuk bulan puasa, dan ketika tiba perayaan Idul Fitri yang disebut Ramazan Bayram?, dan mereka akan saling bersahut ucapan ?yi Bayramlar.

Sebagai penutup, Lusiana memberikan pesan yang mendalam terkait esensi dari semua keberagaman bahasa itu.

“Walaupun bahasanya berbeda-beda, makna dari ucapan Ramadhan di seluruh dunia tetap sama, yaitu mendoakan keberkahan, kedamaian, dan kebaikan selama bulan suci Ramadhan,” tutup Lusiana.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+