Puluhan karya lukis kaca bertajuk Sora Kaca menghiasi lingkungan SMA Negeri 1 Subang sebagai hasil projek kolaboratif mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) serta Bahasa Sunda pada Senin, (9/2).
Projek ini merupakan bagian dari Projek Kolaboratif yang dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan.
Guru PKWU, Nida Sholiha, M.Pd., Gr., menjelaskan bahwa karya seni tersebut memanfaatkan kaca bekas yang ada di sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan jiwa kewirausahaan siswa.
“Kami memanfaatkan kaca bekas untuk dijadikan karya seni bernilai. Selain melestarikan budaya, siswa juga belajar menghitung nilai ekonomi dari karya yang mereka buat,” ujarnya.
Sementara itu, guru Bahasa Sunda, Virda Sufia Haetami, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa siswa diarahkan mengangkat tema kearifan lokal Kabupaten Subang, mulai dari flora fauna, upacara adat, kesenian, hingga batik daerah, yang kemudian dipadukan dengan materi Aksara Sunda.
Saat diwawancara, M. Fahri siswa Kelas X yang dipercaya memimpin pengerjaan karya menyampaikan bahwa konsep yang diangkat memadukan unsur modern dan tradisional, dengan menonjolkan motif batik Subang serta nilai budaya Sunda namun dikemas dengan teknik kekinian.
Ia pun mengungkapkan bahwa karya lukis kaca yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga memuat pesan toleransi dan kebersamaan.
“Kami terinspirasi dari makna ‘Untukmu agamamu, dan untukku agamaku’. Pesan itu kami tuangkan dalam visual bangunan tempat ibadah sebagai simbol toleransi dan hidup berdampingan,” jelasnya.
Menurutnya, proses pengerjaan karya dilakukan secara kolaboratif dengan memadukan unsur modern dan tradisional agar nilai budaya lokal tetap relevan dengan generasi muda.
Melalui projek Sora Kaca, siswa SMAN 1 Subang tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga belajar tentang kepedulian lingkungan, nilai budaya, serta penguatan karakter yang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.




