Kolaborasi Akselerasi Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Tingkat Nasional Tahun 2026 digelar secara hybrid di Puskeswan Terpadu Jalancagak, Kamis (5/2).
Kegiatan nasional ini dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, drh. Hendra Wibawa, M.Si., PhD selaku Direktur Kesehatan Hewan, yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si, mewakili Bupati Subang.
Dalam laporan Ketua Panitia, drh. Armin Riyandi selaku Ketua Kelompok Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, disampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan dan pemerataan vaksinasi PMK pada ternak rentan secara cepat dan terukur.
Selain itu, diharapkan mampu menurunkan kejadian kasus PMK di wilayah sasaran, memperkuat kapasitas pelaksanaan vaksinasi di daerah melalui pendampingan teknis dan penguatan peran petugas, serta mengintegrasikan vaksinasi dengan kegiatan surveilans dan edukasi kepada peternak secara serentak.
Dalam sambutannya, drh. Hendra Wibawa menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penyediaan 4 juta dosis vaksin PMK produk lokal pada tahun 2026 untuk 29 provinsi endemik. Dari jumlah tersebut, 80 persen dialokasikan untuk zona pemberantasan, 16,5 persen untuk zona pengendalian, dan 5 persen sebagai stok darurat nasional.
Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan Gabungan Pelaku Usaha Peternak Sapi Potong Indonesia (GAPUSPINDO) yang dihadiri langsung oleh Ir. Djoni Liano.
Sementara itu, Bupati Subang melalui Sekretaris Daerah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan pemerintah pusat yang menunjuk Kabupaten Subang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan nasional.
Menurutnya, Kabupaten Subang memiliki potensi peternakan yang lengkap dan berperan sebagai salah satu penyangga pangan nasional di Jawa Barat.
Ia menegaskan bahwa penyakit pada hewan ternak sangat berpengaruh terhadap produktivitas, pendapatan peternak, hingga stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan.
Oleh karena itu, vaksinasi menjadi bentuk perlindungan nyata bagi sektor peternakan, terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang biasanya diiringi peningkatan permintaan dan konsumsi daging, sehingga kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.
Pemerintah Daerah Kabupaten Subang melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menganggarkan Rp300 juta untuk pengendalian PMK. Namun, dengan populasi ternak yang besar, anggaran tersebut belum sepenuhnya mencakup seluruh kebutuhan.
Data menunjukkan jumlah ternak di perusahaan mencapai 25.394 ekor, sementara ternak milik peternak rakyat sebanyak 24.847 ekor, dengan tingkat vaksinasi baru sekitar 20 persen dari total populasi.
Di Jawa Barat sendiri, pada awal tahun tercatat 16 kejadian PMK, sehingga diperlukan langkah penanganan yang efektif sejak dini. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan 4.570 dosis vaksin kepada Pemerintah Kabupaten Subang untuk pengendalian PMK dan LSD.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat mewakili Gubernur Jawa Barat, unsur Forkopimda, pemerintah desa dan kecamatan, asosiasi peternakan, akademisi, serta tamu undangan lainnya.




