Komentar

Gelora olahraga lari di Kabupaten Subang semakin terasa menjelang digelarnya event akbar “Subang Ngabret Run 2025”. Antusiasme tersebut tergambar dalam program TalkShow Lebih Dekat yang disiarkan langsung dari Studio Radio Benpas Subang pada Selasa (25/11).

Dipandu oleh Yudha Ramadhan, S.Pd., talkshow ini menghadirkan dua narasumber yang berperandalam perkembangan olahraga lari di Subang, yakni Sony Zainurrohman, S.Pd., Bidang Pembinaan Prestasi PASI Kabupaten Subang, serta Fajar Restu Aji, perwakilan komunitas lari SisingaRun Subang.

Dalam perbincangannya, Fajar mengangkat fenomena bahwa olahraga lari kini telah berkembang menjadi gaya hidup baru masyarakat. Menurutnya, lari adalah olahraga paling mudah dijangkau karena tidak membutuhkan banyak perlengkapan, cukup sepatu, niat, dan konsistensi.

Ia menambahkan, media sosial berperan besar mengubah wajah olahraga ini, dari yang dulu terlihat kaku dan kompetitif menjadi aktivitas yang fun dan kekinian. Alhasil, lari semakin diminati anak muda yang ingin mencari motivasi, kebugaran, dan kebersamaan dalam komunitas.

Sony menyampaikan bahwa tren lari di Subang sesungguhnya sudah ada sejak lama, namun meningkat pesat setelah pandemi Covid-19. Momentum itu mendorong lahirnya berbagai komunitas seperti Kala Hitam, Sobat Lari, dan lainnya yang saling menguatkan ekosistem lari lokal.

Dalam talkshow, ia mengapresiasi penyelenggaraan Subang Ngabret Run 2025, yang menurutnya sudah sesuai regulasi. Event ini merujuk pada UU Nomor 11 Tahun 2022 Pasal 54 Ayat 1, bahwa setiap kegiatan olahraga wajib mengantongi rekomendasi teknis dari cabang olahraga terkait. Dalam hal ini, Bapor Korpri dan Disparpora menggandeng PASI untuk memastikan standar perlombaan terpenuhi.

Saat membahas persiapan teknis lomba jarak 7 kilometer, Sony mengimbau peserta untuk disiplin dalam berlatih: mulai dari teknik pernapasan, ritme langkah, hingga menjaga asupan nutrisi. Ia menyebutkan bahwa penggunaan sepatu daily run sudah memadai untuk mengikuti ajang ini.

Dari perspektif komunitas, Fajar menjelaskan bahwa SisingaRun hadir sebagai ruang yang santai, tanpa senioritas, dan terbuka bagi siapa pun yang ingin memulai perjalanan lari. Kegiatan lari mingguan mereka sering diakhiri dengan nongkrong bersama di kafe, menyesuaikan karakter anggota yang didominasi anak muda.

Ia juga menyoroti pentingnya kenyamanan outfit berlari, meski tren kini makin fleksibel. Untuk pemula, komunitas dengan tangan terbuka siap memberi motivasi agar tetap konsisten.

Menutup sesi, Sony berharap Subang Ngabret Run tidak sekadar meriah sebagai event tahunan, namun juga menjadi ajang menemukan bibit atlet lokal Subang yang nantinya bisa dibina PASI untuk berprestasi lebih tinggi.

Sementara itu, Fajar mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat berlari dan mengundang siapa pun yang ingin bergabung bersama komunitas melalui Instagram @joinsisingarun.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+