Komentar

Program siaran edukasi FKIP Universitas Subang kembali mengudara dan menyapa pendengar di studio Radio Benpas Subang pada Sabtu (28/2).

Acara yang dipandu oleh Muhammad Azis, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, menghadirkan dua narasumber, yaitu H. Dody Wahyudi Purnama, M.Pd., dan Sunara, S.S., M.Pd.
H. Dody mengangkat tema Classroom Discourse Analysis: Mengenal Pola di Balik Obrolan Guru dan Siswa.

Ia menjelaskan bahwa bahasa di dalam kelas bukan sekadar alat komunikasi yang netral, melainkan instrumen yang turut membentuk struktur interaksi dan distribusi peran antara guru dan siswa.

Dalam praktiknya, guru kerap memegang dominasi melalui pola wacana tertentu.

Ia menyoroti model komunikasi yang dikenal sebagai IRF (Initiation, Response, Feedback/Evaluation). Pola ini menggambarkan alur umum interaksi di kelas: guru memulai pertanyaan, siswa merespons, kemudian guru memberikan umpan balik atau evaluasi.

Menurutnya, pola tersebut efektif, tetapi perlu dikembangkan agar tidak membatasi ruang berpikir siswa.

Lebih lanjut, H. Dody menekankan pentingnya membuka ruang dialog yang lebih partisipatif. Pendidik, menurutnya, perlu mendorong siswa untuk mengemukakan gagasan secara mandiri sehingga proses belajar tidak hanya bersifat satu arah.

Sementara itu, Sunara mengulas topik English Translation atau penerjemahan bahasa Inggris. Ia menjelaskan bahwa menerjemahkan bukanlah proses instan memindahkan kata demi kata seperti mesin, melainkan proses mentransfer makna, konteks, dan nuansa budaya.

Menurutnya, penerjemahan menuntut kepekaan linguistik sekaligus pemahaman budaya. Seorang penerjemah tidak cukup hanya menguasai tata bahasa, tetapi juga harus mampu menangkap pesan secara utuh dari bahasa sumber agar maknanya tetap terjaga dalam bahasa sasaran.

Melalui dua topik tersebut, siaran ini menegaskan bahwa bahasa, baik dalam interaksi kelas maupun dalam penerjemahan, memiliki dimensi yang kompleks dan strategis dalam membangun pemahaman.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+