Program kolaborasi inspiratif bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang kembali hadir di Radio Benpas, mengupas tuntas hubungan antara pembelajaran Matematika dan dunia olahraga.
Diskusi ini berlangsung pada Sabtu (2/8) dengan menghadirkan tiga narasumber ahli dari Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Subang, yakni Nurhayati S.Pd., M.Pd., Arif Fajar Prasetiyo, M.Pd., serta seorang mahasiswa aktif.
Dalam suasana bincang santai namun sarat wawasan, tema yang diangkat kali ini sangat relevan, "Belajar Matematika dengan Hati".
Nurhayati membuka diskusi dengan menegaskan bahwa belajar matematika tidak sekadar soal angka, melainkan sebuah proses berpikir kritis, menalar, dan mengambil keputusan.
"Matematika adalah jembatan untuk melatih karakter. Dalam menyelesaikan masalah matematika, yang utama bukan menghafal rumus, tetapi memahami makna dan konteks soal tersebut," ujarnya.
Pesan ini mengajak pendengar untuk menanamkan pemahaman matematika sebagai keterampilan hidup, bukan sekadar hafalan.
Sementara itu, Arif Fajar Prasetiyo menambahkan sudut pandang unik mengenai peran Matematika dalam olahraga. Ia menjelaskan bagaimana ilmu matematika sangat vital dalam merancang latihan kebugaran jasmani yang efektif.
"Matematika membantu kita menghitung jumlah repetisi latihan, mengukur batas kemampuan fisik, hingga menentukan strategi untuk mencapai performa optimal, terutama pada level kompetisi," tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengukuran kuantitatif dalam berbagai cabang olahraga, mulai dari penghitungan berat badan, tinggi badan, kecepatan hingga waktu reaksi atlet.
"Data dan angka menjadi dasar yang tak terpisahkan untuk memenangkan pertandingan," ujar Arif.
Menutup talkshow, kedua narasumber sepakat bahwa pembelajaran matematika dan olahraga saling berkaitan erat. Keduanya menegaskan pentingnya mindset belajar yang tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tapi juga mencintai dan memahami diri sendiri.
dok: agan




