Kepala Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmy Yahya menjadi pembicara dalam Subang Investment Forum 2026 di Aula Oman Syahroni Pemda Subang pada Rabu, (24/6) yang sebelumnya dibuka oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi
Hadir sebanyak 101 undangan lebih yang terdiri dari jajaran Forkopimda, para asisten daerah lingkup setda, kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, CEO Regional I BJB, Kepala DPMPTSP Subang, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, para kepala perangkat daerah, para camat, pimpinan BUMN/BUMD, perusahaan swasta dan lembaga asosiasi pengusaha dan organisasi profesi serta tamu undangan lainnya.
Helmy Yahya menyampaikan bahwa investasi yang berkualitas menjadi ruang akselerasi terbesar untuk transformasi ekonomi. Namun hal tersebut perlu didukung oleh regulasi dari pemerintah daerah, insentif fiskal, perizinan yang cepat dan pasti, pendidikan masyarakat lokal, infrastruktur kawasan yang terintegrasi, energi hingga biaya logistik yang sesuai.
“Mari kita berkolaborasi dan bangun Indonesia dari Jawa Barat khususnya dari Kawasan Rebana,” tutupnya.
Usai itu, agenda SIF 2026 dilanjutkan dengan paparan dari BJB perihal Economy Outlook yang diwakilkan oleh Fajar Firdaus. Berdasarkan data, Provinsi Jawa Barat mengalami pertumbuhan ekonomi terbesar sebanyak 5,79 persen terdiri dari sektor perdagangan, pertanian dan konstruksi.
Ia menyampaikan untuk Jawa Barat total Rp135,5 Triliun Pendapatan Asli Daerah dicapai setiap tahunnya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Namun ekonomi daerah menurutnya bukan hanya dari APBD tapi juga perlu adanya investasi dan integrasi ekosistem. Fajar Firdaus pun mendukung kemudahan berbagai transaksi di Bank BJB. Ditutup dengan diskusi dan penandatanganan MoU antar perusahaan dengan pemerintah daerah.




