Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang menggelar kegiatan Istighosah dan Muhasabah yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan pada, Jumat (17/4) di Halaman Kantor Bupati Subang.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan tokoh masyarakat, sebagai bentuk refleksi spiritual sekaligus penguatan kebersamaan dalam pembangunan daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPR RI Komisi I, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Kabupaten Subang beserta wakil ketua, para staf ahli, Kepala Kementerian Agama, para camat, Ketua MUI, Baznas, pimpinan BUMN dan BUMD, serta para kyai dan alim ulama se-Kabupaten Subang.
Acara diawali dengan penampilan hadroh dari Attawazun yang menambah suasana religius. Selanjutnya, kegiatan istighosah dipandu oleh para ulama, di antaranya KH Abdul Manaf, KH Sulaiman, KH Luthfi, dan KH Jejen.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial pemerintah daerah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Amanat Bupati Subang yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan istighosah dan muhasabah ini menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi dan introspeksi bersama.
“Kegiatan istighosah dan muhasabah ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat ikhtiar spiritual, sekaligus melakukan refleksi dalam membangun Kabupaten Subang yang kita cintai,” ujar Asep.
Ia menyampaikan bahwa visi Kabupaten Subang adalah terwujudnya daerah yang unggul, maju, dan kompetitif dalam bingkai pembangunan berkelanjutan menuju masyarakat yang adil, sejahtera, demokratis, dan religius.
“Pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral masyarakat sebagai fondasi utama,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Subang, tambahnya, berkomitmen untuk terus menjalankan program pembangunan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semua program tidak hanya ditujukan untuk pembangunan fisik, tetapi juga membangun akhlak, kebersamaan, dan keadilan sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Melalui istighosah, seluruh pihak memohon kepada Allah SWT agar setiap langkah pembangunan senantiasa mendapatkan ridho dan keberkahan. Dalam suasana muhasabah, pemerintah daerah juga mengakui masih adanya berbagai kekurangan dan tantangan, khususnya dalam pelayanan publik dan infrastruktur.
“Kami menyadari masih ada kekurangan. Tidak boleh ada keluhan masyarakat yang diabaikan, dan tidak boleh ada kebutuhan yang tertunda tanpa kejelasan,” tegasnya.
Ia juga mendorong penguatan sistem pelayanan publik serta partisipasi aktif masyarakat melalui mekanisme pengaduan.
Di akhir amanat, seluruh elemen masyarakat diajak untuk memperkuat sinergi dan menjaga persatuan dalam mengawal pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan momentum Hari Jadi ke-78 ini sebagai titik tolak untuk bekerja lebih keras, lebih ikhlas, dan lebih nyata dalam berkarya. Dengan semangat Subang Ngabret, kita optimis Subang akan semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan tausiah yang semakin memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan dalam membangun Kabupaten Subang yang lebih maju dan religius.



