Puncak Subang Innovation Festival (SIF) 2025 di Alun-Alun Subang, Selasa (16/9), resmi menobatkan para pemenang dari berbagai kategori lomba inovasi. Ajang tahunan BP4D Subang ini menjadi bukti nyata semangat kolaborasi lintas kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, perangkat daerah, hingga masyarakat umum, dalam menghadirkan gagasan kreatif yang bermanfaat bagi pembangunan Subang.
Pada kategori Innovation Challenge, juara pertama diraih Kelompok DIKA dengan inovasi Digitalisasi Verifikasi Data Kependudukan yang menawarkan konsep hemat data, aman, mudah, dan tanpa perantara. Juara kedua ditempati Kelompok OPTIMUS PRIME dengan gagasan Optimalisasi Usaha Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Ekonomi UMKM. Sementara itu, juara ketiga diraih Kelompok RANGKUL Subang melalui ide Raihan Akses Nurturing Generasi Kualitas Unggul (RANGKUL). Enam kelompok finalis tetap mendapatkan medali sebagai bentuk apresiasi.
Di kategori Pelajar SMP/sederajat, juara pertama diraih SMP IT Asyifa Boarding School Jalancagak dengan inovasi tempat sampah pintar berbasis sensor HC-SR04 dan ESP8266 yang dilengkapi penutup otomatis dan peringatan penuh melalui aplikasi Telegram. Posisi kedua ditempati SMPN 1 Ciasem dengan produk HerbaKids Jelly, jeli herbal yang memadukan cita rasa manis dengan khasiat jamu. Adapun juara ketiga adalah SMP IT Alamy, yang berhasil mengolah limbah kulit nanas menjadi sabun cuci piring ramah lingkungan bernama A-Ple (Alamy Pineapple) Dish Soap.
Untuk kategori Pelajar SMA/sederajat, juara pertama jatuh kepada SMK Negeri 1 Subang dengan inovasi Butagi (Buku Tamu Digital).
Juara kedua diraih SMA Negeri 1 Pamanukan melalui program PUMU, sedangkan juara ketiga ditempati MAN 1 Subang dengan inovasi Mie Monas, mie basah bebas gluten berbahan tepung mocaf dan sari nanas sebagai alternatif pangan fungsional khas Subang.
Di kategori Mahasiswa, juara pertama diraih Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan inovasi Boardgame Edukatif “Jelajah Subang”, sebuah media pembelajaran interaktif tentang budaya dan potensi daerah. Juara kedua ditempati Politeknik Negeri Subang melalui Comfy C System, aplikasi pendataan stok barang berbasis VBA untuk UMKM Wiguna Nusantara. Sedangkan juara ketiga diraih Universitas Mandiri dengan inovasi Nectroscan (Nectar Electro Scan Analyzer), alat deteksi cepat keaslian madu berbasis profil listrik dan logika fuzzy.
Sementara itu, kategori Perangkat Daerah menempatkan SMP Negeri 1 Ciasem sebagai juara pertama dengan inovasi Reaksi SCALES (Revolusi, Akses, Kolaborasi, dan Sistem Integrasi Nuansa Virtual 360).
Juara kedua diraih Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Subang dengan Subang Command Center, sedangkan juara ketiga jatuh kepada SMPN 3 Pabuaran dengan inovasi ACUAN (Asesmen Cerdas Tanpa Tipuan) untuk menjaga integritas di era digital.
Para juara berhak atas trofi, medali, dan uang pembinaan. Selain itu, SIF juga menetapkan juara umum diraih SMPN 1 Ciasem yang berhak membawa pulang piala bergilir. Adapula booth terfavorit diraih oleh Booth 7 (Compost3R) SMPN 1 Subang, pengelolaan sampah organik menjadi kompos sebagai upaya gaya hidup berkelanjutan.
Dengan keberhasilan ini, Pemerintah Kabupaten Subang berharap ajang SIF tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan terus menjadi wadah lahirnya inovasi-inovasi baru yang mampu menjawab tantangan pembangunan dan mendorong kemajuan ekonomi masyarakat.
dok: Ivan




