Komentar

Perkembangan teknologi yang kian pesat menuntut masyarakat untuk terus beradaptasi, salah satunya melalui penguasaan bahasa internasional. Isu krusial ini menjadi sorotan utama dalam program bincang-bincang pendidikan yang mengudara langsung dari studio Radio Benpas Subang pada Sabtu, (11/7).

Dipandu dengan lugas oleh Feynarica Arzety, seorang Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, menghadirkan narasumber Drs. Jufrianto Sibarani, M.Pd. selaku Dosen di FKIP Universitas Subang.

Diskusi interaktif ini mengangkat tema "English for Living in Society 5.0 & Digital Globalization", sebuah topik yang sangat relevan dengan tantangan zaman modern.

Dalam paparannya, Jufrianto menjelaskan bahwa tema ini merupakan tindak lanjut dari gagasan yang telah didiskusikan sejak dua pekan lalu bersama rekan sejawatnya, mengenai urgensi bahasa Inggris di tengah gempuran globalisasi.

Ia menekankan bahwa kemampuan berbahasa Inggris kini telah bergeser dari sekadar nilai tambah menjadi sebuah keharusan mutlak bagi setiap individu.

Lebih jauh, ia menyoroti bahwa dominasi bahasa Inggris sangat terasa dalam berbagai perangkat dan inovasi digital saat ini.

Ketidakmampuan dalam memahami bahasa tersebut dapat berdampak langsung pada ketertinggalan individu dalam memanfaatkan dan bersaing di tengah kemajuan teknologi.

"Semua default language atau bahasa dasar di teknologi apa pun, semuanya dalam bahasa Inggris. Jadi kalau tidak bisa dikenal, dipahami, ya mungkin kita menjadi kalah oleh kemajuan teknologi itu," tegas Jufrianto.

Sebagai penutup, Jufrianto memberikan gambaran mengenai bagaimana negara maju merespons era keterbukaan digital dengan kesiapan penuh, yang patut dijadikan contoh bagi masyarakat Indonesia.

"Kalau orang Jepang bahkan menyebutnya Super Smart Society, sudah menjadi masyarakat yang sudah semakin modern," tutupnya.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+