Memasuki usia ke-60 tahun, Radio Benteng Pancasila (Benpas) Subang dinilai berhasil membuktikan eksistensinya sebagai media yang tetap dipercaya masyarakat, meski berada di tengah derasnya arus transformasi digital dan pesatnya perkembangan media sosial.
Penilaian tersebut disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Subang, Ine Anggraeni, S.Sos., M.Si., saat menjadi narasumber dalam Program Talkshow Lekat (Lebih Dekat) di Studio Radio Benpas Subang, Selasa (14/7).
Menurut Ine Anggraeni, perkembangan teknologi komunikasi dalam dua dekade terakhir telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh informasi.
Kehadiran media sosial, platform digital, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuat arus informasi bergerak semakin cepat. Namun, kondisi tersebut bukan menjadi alasan bagi radio untuk kehilangan perannya.
"Radio harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Memang saat ini radio dikelilingi oleh berbagai media yang serba cepat, tetapi bukan berarti harus berhenti. Justru radio harus terus bertransformasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Ia mengapresiasi langkah Radio Benpas yang dinilai mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai media lokal yang dekat dengan masyarakat.
"Yang membuat saya kagum, Benpas mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Transformasi inilah yang membuat Radio Benpas tetap bertahan hingga enam dekade. Kepercayaan masyarakat tidak bisa dibeli oleh algoritma," katanya.
Di tengah beragam pilihan media informasi, seperti podcast, YouTube, maupun Spotify, Ine mengaku Radio Benpas masih menjadi salah satu rujukan utamanya untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan di Kabupaten Subang.
"Saya lebih percaya mendengarkan informasi dari radio dibanding langsung mempercayai pesan yang beredar di grup WhatsApp. Kalau ada informasi yang meragukan, saya biasanya memastikan kembali melalui Benpas," ungkapnya.
Karena itu, ia berharap Radio Benpas semakin memperkuat perannya sebagai ruang klarifikasi dan konfirmasi informasi bagi masyarakat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menangkal penyebaran hoaks.
"Kalau masyarakat mendapatkan informasi yang diragukan, saya ingin mereka mengonfirmasinya ke Radio Benpas. Radio harus menjadi corong informasi yang benar, akurat, dan terpercaya," tuturnya.
Memasuki usia ke-60 tahun, Ine berharap Radio Benpas terus berkembang sebagai media yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya menyajikan informasi secara cepat, tetapi juga menjaga kualitas, akurasi, dan kredibilitas pemberitaan.
"Saya berharap Benpas terus menjadi media yang hadir untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Bukan sekadar menjadi yang paling cepat, tetapi menjadi media yang aktual, kredibel, dan terpercaya," ujarnya.
Menutup perbincangan, Ine menyebut satu kata yang menurutnya paling tepat menggambarkan perjalanan Radio Benpas selama enam dekade, yakni "kepercayaan."
"Itulah modal yang paling berharga bagi sebuah media. Kepercayaan sangat sulit diperoleh, tetapi menjadi alasan utama masyarakat tetap mendengarkan. Karena itu, teruslah menjadi media yang menyajikan informasi yang aktual, akurat, dan terpercaya," pungkasnya.




