Peran guru dan sarjana olahraga acap kali dipandang sebelah mata, namun kenyataannya mereka adalah salah satu pilar paling krusial dalam membangun karakter dan kedisiplinan siswa di sekolah. Isu menarik ini dikupas tuntas dalam sebuah program inspiratif FKIP Universitas Subang yang mengudara langsung dari studio Radio Benpas Subang pada Sabtu, (4/7).
Dipandu oleh Revalina Aprilia, Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, diskusi ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidang pendidikan jasmani. Hadir secara langsung Tini Martini, M.Pd. dan R. Dadan Pra Rudiana, M.Pd., yang merupakan dosen PJKR Universitas Subang, serta Muhammad Dandi, S.Pd., seorang guru di SMA PGRI 1 Subang.
Mengangkat tema "Peran Lulusan Olahraga dalam Memajukan Pendidikan", Dandi membagikan pengalaman nyatanya saat mengabdi di lapangan. Ia menegaskan bahwa ekspektasi institusi pendidikan terhadap seorang guru olahraga sangatlah tinggi dan menuntut dedikasi yang luar biasa.
"Peranan lulusan olahraga dalam memajukan pendidikan itu sangat berperan penting. Guru olahraga dituntut untuk serba bisa, apa pun harus dilakukan. Perintah apa pun yang diberikan oleh sekolah, guru olahraga harus bisa dan tidak bisa menolak. Alhamdulillah, lulusan-lulusan PJKR kita sangat luar biasa dan terbukti banyak yang sukses," ujar Dandi.
Pernyataan tersebut mendapat dukungan penuh dari sudut pandang akademis yang disampaikan oleh Tini Martini. Menurutnya, fondasi yang dibangun selama masa perkuliahan menjadi kunci utama keluwesan para sarjana olahraga saat terjun ke lingkungan masyarakat dan institusi formal.
"Pendidikan jasmani bukan sekadar urusan melatih kebugaran fisik, melainkan medium utama untuk menanamkan nilai sportivitas, kepemimpinan, dan ketangguhan mental siswa. Calon pendidik olahraga dibekali dengan ilmu pedagogi dan kedisiplinan tingkat tinggi agar kelak mereka tidak hanya cakap mentransfer ilmu gerak, tetapi juga mampu menjadi teladan sejati dalam pembentukan karakter anak bangsa," tutur Tini.
Melengkapi diskusi tersebut, R. Dadan menyoroti bagaimana kurikulum pembinaan saat ini telah dirancang untuk menciptakan lulusan yang tangkas dan siap menghadapi tantangan zaman yang dinamis.
"Kami selalu memastikan bahwa mahasiswa dibekali kemampuan manajerial, pemecahan masalah, dan adaptasi yang responsif. Lulusan olahraga itu ibarat motor penggerak sekolah. Mereka terbiasa mengelola acara besar, memimpin massa, dan berpikir taktis dalam kondisi mendesak. Itulah fondasi mengapa sarjana olahraga selalu bisa diandalkan dan mampu memberikan kontribusi progresif di mana pun mereka ditempatkan," tegas Dadan.
Menutup perbincangan, para narasumber berharap masyarakat luas dan pemangku kebijakan semakin mengapresiasi kontribusi nyata para tenaga olahragawan yang tanpa lelah terus berdedikasi memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.




