Komentar

Radio Benpas Subang kembali menyajikan program kolaborasi edukatif bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang dengan topik yang menarik dan relevan.

Program yang disiarkan pada Sabtu (30/8) ini mengupas dua aspek penting: Komunikasi Efektif dan Language and Identity: The Use of Polite Language in Social Interaction.

Dalam program ini, dua dosen dari FKIP Universitas Subang, Ida Maulida, M.Pd., dan Endang Sugianto, M.Pd., bersama mahasiswa FKIP, memaparkan topik pembahasan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan dimulai oleh Ida Maulida, M.Pd., yang menjelaskan konsep Language and Identity sebagai dasar penting dalam berbahasa, baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa sehari-hari. Beliau menekankan pentingnya berinteraksi dengan sikap yang ramah, sopan, dan ceria agar orang lain dapat merasa terkesan dan mengenali kita dengan baik dalam setiap komunikasi.

Ida juga menekankan bahwa saat berbicara dengan orang baru, penting untuk meninggalkan kesan yang menarik dan sopan. Sikap dan perilaku ini menjadi kunci utama dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

"Adapun tiga kata yang sangat penting dalam komunikasi sehari-hari adalah: maaf, tolong, dan terima kasih," ujarnya.

Sementara itu, Endang Sugianto, M.Pd., membahas mengenai Komunikasi Efektif, yang meliputi cara berinteraksi yang tepat mulai dari bahasa tubuh hingga gaya berbicara. Beliau mengungkapkan keprihatinannya terhadap generasi muda zaman sekarang yang semakin jauh dari pola komunikasi yang baik. Bahkan, sering kali ditemukan bahasa yang tidak sopan ketika berbicara dengan orang tua, teman sebaya, atau yang lebih muda.

Ia menambahkan bahwa salah satu aspek penting dalam komunikasi yang efektif adalah adab berbicara dengan sopan. Hal ini akan membuat orang merasa nyaman dan senang untuk berinteraksi lebih lanjut dengan kita.

"Salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama oleh generasi muda, adalah etika atau adab saat berbicara. Hal ini dapat meninggalkan kesan positif dalam setiap interaksi pertama," tuturnya.

Menutup sesi diskusi, kedua narasumber bersama mahasiswa sepakat bahwa menjaga etika dalam berkomunikasi sangat penting untuk membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa meninggalkan kesan positif dalam interaksi sehari-hari.

Program ini menjadi bukti nyata sinergi positif antara dunia akademik dan media dalam mendorong pemahaman generasi muda tentang pentingnya etika berbicara. Hal ini sangat relevan bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Kabupaten Subang.



dok: agan

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+