Pemerintah Kabupaten Subang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten dalam rangka penyusunan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Subang Tahun 2027 di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Subang pada Selasa, (14/4).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, Ketua DPRD Subang Victor Wirabuana, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, para Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Kepala Bagian, serta para Camat se-Kabupaten Subang. Kepala Bapenda Provinsi Jawa Barat juga turut mengikuti kegiatan secara daring.
Musrenbang menjadi forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan pembangunan sekaligus menyelaraskan program prioritas pemerintah daerah dengan aspirasi masyarakat.
Ketua Pelaksana Musrenbang sekaligus Kepala BP4D, Iwan Syahroni, menyampaikan bahwa penyusunan RKPD 2027 telah melalui berbagai tahapan, mulai dari kick off meeting perencanaan pada Januari, Musrenbang desa dan kecamatan, konsultasi publik pada Maret, hingga forum perangkat daerah yang menghasilkan kesepakatan antara usulan masyarakat dan program perangkat daerah.
Musrenbang tahun ini diikuti oleh 125 peserta secara langsung dan 253 kepala desa serta lurah secara daring. Dokumen RKPD 2027 juga telah diselaraskan dengan dokumen perencanaan pembangunan di tingkat provinsi maupun nasional.
Dalam pemaparan disampaikan bahwa sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Subang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi relatif stabil di kisaran lima persen, Indeks Pembangunan Manusia terus meningkat, angka kemiskinan menurun, serta ketimpangan pendapatan semakin membaik.
Pemerintah Kabupaten Subang juga mengusulkan 10 prioritas bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di antaranya pengembangan Puskesmas Palasari dan Puskesmas Ciasem, pengadaan 16 unit ambulans, pengadaan dump truck untuk pengelolaan sampah, pengembangan wisata Curug Ciheuleut berbasis ekowisata, serta pembangunan Gedung ICU di RSUD Ciereng.
Pemerintah Kabupaten Subang juga mengusulkan 10 prioritas bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di antaranya pengembangan Puskesmas Palasari dan Puskesmas Ciasem, pengadaan 16 unit ambulans, pengadaan dump truck untuk pengelolaan sampah, pengembangan wisata Curug Ciheuleut berbasis ekowisata, serta pembangunan Gedung ICU di RSUD Ciereng.
Arah pembangunan Kabupaten Subang tahun 2027 mengusung tema “Subang Terkoneksi, Ekonomi Lokal Tumbuh, Layanan Publik Menjangkau Pelosok.” Tema ini menekankan pentingnya konektivitas wilayah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pelayanan publik.
Sejumlah program strategis menjadi fokus pembangunan, antara lain pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, pengembangan jaringan irigasi, pengelolaan persampahan, penyediaan air bersih, peningkatan sarana kantor kecamatan, serta penguatan sumber daya manusia yang berdaya saing.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Subang juga terus mendorong inovasi daerah melalui Subang Innovation Festival (SIF) yang telah digelar sejak 2024. Hingga saat ini tercatat sekitar 137 inovasi telah dihasilkan, dengan indeks inovasi daerah meningkat dari 52,65 pada 2024 menjadi 57,29 pada 2025.
Ketua DPRD Subang Victor Wirabuana menegaskan bahwa Musrenbang tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi harus menjadi wadah strategis dalam menampung aspirasi masyarakat.
DPRD sendiri memiliki fungsi penganggaran, pengawasan, dan legislasi, sehingga ia berkomitmen mengawal proses pembangunan agar berjalan transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam mewujud.



