Penyakit Campak kembali menjadi perhatian di Kabupaten Subang. Hal tersebut mengemuka dalam Talkshow Lebih Dekat (Lekat) yang disiarkan di Studio LPPL Radio Benpas Subang pada Rabu (1/4).
Hadir sebagai narasumber, dr. Indriati Oetama (dr. Noni) dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, bersama Ano Setiabudhi, A.Md.Kep., yang menangani program imunisasi dan surveilans, didampingi host Aldi Fahriansyah.
Dalam pemaparannya, dr. Noni menegaskan bahwa campak merupakan penyakit menular yang hingga kini masih ditemukan setiap tahun dan belum sepenuhnya hilang. Penyakit yang disebabkan oleh virus measles tersebut memiliki tingkat penularan tinggi dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.
“Campak bukan penyakit yang sudah hilang. Setiap tahun selalu ada kasus, dan ini perlu menjadi kewaspadaan bersama,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak pertengahan tahun 2025 hingga Maret 2026, kasus campak di Kabupaten Subang masih terus ditemukan. Tercatat sebanyak 146 kasus suspek, dengan 55 di antaranya telah menjalani pemeriksaan laboratorium, dan 33 kasus dinyatakan positif.
Menurutnya, apabila dalam satu wilayah ditemukan lebih dari lima kasus suspek, kondisi tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa yang memerlukan penanganan serius.
Sementara itu, Ano Setiabudhi menekankan bahwa langkah pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi menggunakan vaksin Vaksin MMR (Measles, Mumps, & Rubella). Ia menyebutkan bahwa masih adanya kasus campak salah satunya disebabkan oleh rendahnya cakupan imunisasi di masyarakat.
“Upaya pencegahan sudah banyak dilakukan, namun jika imunisasi tidak lengkap, risiko penularan tetap tinggi,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Subang saat ini tengah mengintensifkan program kejar imunisasi campak, khususnya bagi anak usia 9 hingga 59 bulan. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan kesehatan seperti Posyandu, Puskesmas, maupun kegiatan pelayanan di PAUD yang disediakan oleh petugas kesehatan.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, masyarakat juga dianjurkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan dengan air mengalir, mengonsumsi makanan bergizi, serta menggunakan masker saat sakit.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya campak semakin meningkat, serta partisipasi dalam imunisasi dapat terus ditingkatkan demi melindungi kesehatan anak dan lingkungan sekitar.




