Komentar

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang kembali menyapa masyarakat melalui gelombang udara di Studio Radio Benpas Subang pada Sabtu, (24/1).

Dipandu oleh Ida Maulida, M.Pd., Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, hadir dua narasumber yakni Dr. Bety Miliyawati, M.Pd., dan Dr. Vara Nina Yulian, M.Pd., dengan mengusung tema Matematika di Sekitar Kita: Dari Belanja sampai Media Sosial.

Dalam paparannya, Dr. Bety menekankan bahwa pola pikir masyarakat tentang matematika perlu diubah. Menurutnya, matematika bukan sekadar angka di papan tulis, melainkan sebuah cara berpikir logis untuk membuat keputusan dan memprediksi masa depan.

Ia mengungkapkan bahwa ketika sebuah konten di media sosial menjadi viral, terdapat algoritma yang menghitung peluang dan statistik di baliknya. 

Dr. Bety menambahkan bahwa platform seperti TikTok dan YouTube menggunakan konsep matematika untuk memprediksi minat pengguna, sehingga semakin sering seseorang menonton satu jenis konten, semakin besar kemungkinan konten serupa akan muncul kembali di beranda mereka.

Sementara itu, Dr. Vara menyoroti fungsi matematika yang lebih praktis sebagai alat bantu pengambilan keputusan ekonomi sehari-hari, khususnya bagi ibu rumah tangga. 

Ia memberikan ilustrasi menarik mengenai bagaimana matematika berperan penting saat berbelanja di pasar atau swalayan. Menurutnya, matematika itu sebagai alat bertahan hidup di dunia diskon, karena tanpa pemahaman hitungan yang baik, konsumen akan mudah terjebak oleh promo palsu. 

Dr. Vara mencontohkan kasus perbandingan harga dimana konsumen harus jeli menghitung apakah lebih menguntungkan membeli barang dengan diskon persentase atau paket beli banyak gratis ongkos kirim.

Sebagai penutup, kedua narasumber mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan matematika sebagai musuh yang harus dihafal mati-matian, melainkan menjadikannya sebagai teman berpikir untuk melihat dunia dengan lebih masuk akal.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+