Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang kembali menggelar program diskusi edukatif yang berlangsung di Studio Radio Benpas Subang pada Sabtu, (27/12).
Dipandu oleh Ida Maulida, M.Pd., Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Subang, menghadirkan narasumber Dr. Bety Miliyawati, M.Pd., yang mengusung tema Matematika dan Cara Berpikir.
Dalam pemaparannya, Dr. Bety menyoroti anggapan umum yang menyatakan bahwa siswa dengan nilai matematika tinggi otomatis dianggap pintar karena mampu menaklukkan pelajaran yang diasumsikan sulit. Menurutnya, alasan yang lebih masuk akal adalah karena matematika melatih logika, ketelitian, dan konsistensi seseorang. Ketika seseorang mehir matematika, maka proses berpikirnya terlatih sehingga memudahkan dalam memahami pelajaran lain.
Dr. Bety pun membahas fenomena ketakutan siswa terhadap matematika. Banyak siswa merasa matematika itu menakutkan karena hanya diajarkan untuk menghafal rumus atau menggunakan cara cepat demi mendapat nilai akhir. Ia menegaskan bahwa metode hafal rumus justru membuat siswa melompati proses berpikir yang seharusnya sistematis, sehingga matematika yang logis malah terasa tidak masuk akal di kepala siswa.
Lebih jauh, Dr. Bety menjelaskan bahwa matematika sejatinya adalah alat bantu esensial dalam kehidupan sehari-hari yang melatih pola pikir kritis, logis, dan kreatif. Penerapannya sangat luas, mulai dari hal sederhana seperti memperkirakan takaran bumbu masak saat tidak ada sendok takar, hingga kemampuan membedakan keuntungan diskon belanja antara potongan bertingkat 20% + 30?ngan diskon langsung 50%.
Sebagai penutup, Dr. Bety menambahkan bahwa kunci menguasai matematika bukanlah pada kecepatan berhitung, melainkan pada kesabaran dalam berpikir. Matematika melatih seseorang untuk menjadi kritis dengan tidak asal percaya, sistematis dengan langkah yang jelas, serta objektif yang berdasarkan fakta.




