Komentar

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Subang dengan menyelenggarakan program siaran edukatif di Studio Radio Benpas Subang pada Sabtu, (10/1). 

Dipandu oleh Annisa Mega Utami, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, menghadirkan narasumber akademisi Husni Mubarok, S.Pd., Gr., dengan tema sentral mengenai revolusi pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar.

Dalam paparannya, Husni Mubarok menyoroti urgensi pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berbasis konsep Deep Learning guna meningkatkan kompetensi komunikatif siswa. 

Menurutnya, topik ini diangkat sebagai respons atas tantangan pengajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak atau Teaching English to Young Learners (TEYL), yang memerlukan pendekatan khusus dibandingkan pembelajar dewasa.

Husni Mubarok menjelaskan bahwa TEYL bukan sekedar tentang materi apa yang diajarkan, melainkan bagaimana materi tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan tahap perkembangan anak.

Menurutnya, anak usia 5 hingga 12 tahun memiliki karakteristik unik, seperti cara berpikir yang masih konkret, rentang konsentrasi yang pendek, namun memiliki kemampuan linguistik yang kuat dalam meniru bunyi dan intonasi. 

Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Inggris bagi anak tidak boleh diperlakukan sebagai mata pelajaran akademik yang kaku dan penuh aturan tata bahasa, melainkan harus menjadi alat komunikasi yang diperoleh secara alami melalui aktivitas bermakna seperti bermain, bercerita, dan bernyanyi.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Husni memperkenalkan pendekatan Deep Learning sebagai solusi pedagogis yang menekankan pemahaman konsep secara menyeluruh, berpikir kritis, dan keterhubungan pengetahuan dengan konteks nyata. 

Husni menjabarkan tiga pilar utama dalam pendekatan ini. Pertama Mindful Learning, dimana siswa dilatih untuk belajar secara sadar dan reflektif. Kedua Meaningful Learning, yaitu pembelajaran yang terhubung dengan pengalaman nyata kehidupan siswa. 

Dan terakhir, yaitu Joyful Learning, yang menciptakan suasana menyenangkan untuk membangun keterlibatan emosional dan motivasi intrinsik anak.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+