Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN memberikan promo spesial berupa diskon 50 persen untuk layanan tambah daya listrik.
Hal ini disampaikan oleh Yuliono, Team Leader K3L ULP Pagaden, dalam talkshow yang dipandu oleh Farida Al-Qodariah, S.I.Kom, di Studio Radio Benpas pada Rabu (20/8).
Turut hadir pula Handerson Panjaitan, Team Leader KK3L ULP Subang, yang menjelaskan bahwa diskon ini khusus diberikan kepada pelanggan yang telah mengunduh dan menggunakan aplikasi PLN Mobile paling lambat sejak Agustus 2024. Promo berlangsung mulai tanggal 10 hingga 23 Agustus 2025.
“Pelanggan bisa mengunduh aplikasi PLN Mobile di Play Store, masuk dengan akun Google, lalu memasukkan identitas seperti nama, nomor HP, dan ID pelanggan. Setelah itu, sistem akan otomatis mengintegrasikan data ke dalam aplikasi,” jelas Handerson.
Dengan aplikasi PLN Mobile, masyarakat juga dapat menikmati berbagai fitur layanan seperti pembelian token, pembayaran listrik, dan pengaduan gangguan listrik.
Wahyu Jaya Wardana, Team Leader KK3L ULP Pamanukan yang juga hadir dalam talkshow, mengimbau kepada masyarakat agar memastikan titik koordinat rumah yang diinput di aplikasi benar dan nomor kontak yang digunakan aktif, untuk memudahkan pelayanan dari pihak PLN.
Yuliono menyebut bahwa program diskon tambah daya ini diharapkan bisa mendorong peningkatan produktivitas dan ekonomi masyarakat.
Selain itu menurut Handerson, daya ideal untuk rumah tangga dengan penggunaan elektronik terbatas cukup 450 VA, sedangkan untuk kebutuhan bisnis bisa mencapai 3.500 VA.
Selain membahas promo, para narasumber juga menekankan pentingnya keselamatan dalam penggunaan listrik. Wahyu mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam instalasi listrik, baik di dalam maupun luar rumah.
“Jika ada antena TV atau benda tinggi lainnya yang hampir menyentuh jaringan listrik udara tegangan menengah, segera hubungi PLN. Kami akan bantu untuk mengamankannya,” ujar Wahyu.
Menutup sesi, Handerson mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan peralatan listrik sesuai standar keamanan, termasuk memilih kabel dengan diameter yang sesuai kapasitas daya.
“Jangan memaksakan penggunaan daya besar dengan kabel kecil. Itu sangat berbahaya,” tegasnya.
dok: agan




