Komentar

Banyak orang tua sering kali merasa tidak percaya diri atau takut salah saat harus mendampingi buah hatinya belajar matematika. Menjawab keresahan tersebut, program Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang menggelar bincang edukasi di studio Radio Benpas Subang pada Sabtu, (25/4).

Dipandu oleh Shafira Rizq Aulia, Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Subang, menghadirkan narasumber Dr. Bety Miliyawati, M.Pd., dan Dr. Vara Nina Yulian, M.Pd., yang mengangkat tema yang sangat dekat dengan keseharian keluarga, yakni Tidak Harus Jago Matematika untuk Mengajar Anak.

Mengawali perbincangan, kedua narasumber menegaskan dalam pendekatan modern, bahwa kemampuan matematika bukanlah sekadar bakat bawaan, melainkan sebuah keterampilan yang dapat dilatih. Sering kali orang tua merasa terbebani karena harus menguasai semua jawaban, padahal peran utamanya adalah menjadi teman belajar yang memberikan dukungan emosional.

Dr. Bety menyarankan agar orang tua tidak perlu menjadi ahli matematika untuk membantu anak. Bisa dimulai dengan mencari tahu bersama bersama dengan menerapkan kepada anak bahwa belajar adalah proses.

Dr. Vara menyarankan agar orang tua memanfaatkan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung uang belanja atau membagi makanan untuk mengenalkan konsep pecahan. Karena metode ini dinilai sangat membantu anak memahami bahwa matematika itu nyata dan dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Sebagai penutup, kedua narasumber berpesan agar orang tua menghindari kalimat yang bisa mematahkan semangat anak, seperti mengatakan bahwa matematika itu susah.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+