Suasana hangat bercampur khidmat ketika program talkshow Lebih Dekat (Lekat) menghadirkan dua tamu istimewa yakni Pelda Purnawirawan H. Suara selaku Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Subang dan Tarjana Nataraharja, M.Pd (Ari) Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Subang.
Dipandu penyiar Ghina Khoerunnisa, S.I.Kom, perbincangan mengalir dari sejarah, perjuangan, hingga pesan penting untuk generasi penerus pada Selasa, (12/8) di Studio Radio Benpas Subang.
H. Suara menjelaskan, LVRI bukan sekadar organisasi, tetapi simbol pengabdian tanpa batas. Berdiri atas dasar Keputusan Presiden dan Undang-Undang Veteran, LVRI menaungi para pejuang kemerdekaan RI dari mereka yang terlibat langsung dalam Agresi Militer Belanda I tahun 1945, hingga para veteran pembela yang turut dalam operasi Trikora, Dwikora.
Para pejuang dalam LVRI juga terlibat Operasi Seroja di Timor-Timur. Ada pula veteran perdamaian yang dikirim dalam misi PBB ke wilayah konflik seperti Kongo dan Vietnam.
"Sejarah perjuangan ini adalah milik semua, bukan hanya milik para veteran," ujar H. Suara, mengingatkan bahwa jiwa nasionalisme harus terus tumbuh dari generasi ke generasi.
Ari memaparkan, Pemuda Panca Marga adalah wadah resmi putra-putri veteran, dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 2023. PPM Kabupaten Subang bermarkas di Jalan Kartawigenda, Gedung Juang 45.
"Hubungan PPM dan LVRI bukan sekadar formalitas. Kami dibina langsung oleh LVRI, dengan dukungan pembina teritorial seperti Dandim dan Danyonif. Semangat ini harus kami teruskan kepada pelajar dan anak muda, supaya nilai 1945 tidak luntur, tegasnya.
Dari perlawanan KH. Muhidin terhadap NICA, laskar pencak silat RD. Amapura Dirja di Sagalaherang, hingga sosok Nyi Mas Subang Larang yang bijaksana dan sederhana, Subang menyimpan jejak panjang perlawanan terhadap penjajah. Pertempuran Ciater, penumpasan G30S/PKI dan DI/TII, hingga kontribusi Subang pada operasi militer menjadi bukti daerah ini tak pernah absen dari panggung perjuangan bangsa.
Bahkan, Radio Benpas sendiri punya akar sejarah perjuangan. Didirikan tahun 1966 oleh Kodim 0605 Subang di bawah komando Letkol Otje Junjunan, radio ini menjadi media operasi mental Pancasila pasca peristiwa G30S/PKI. Baik H. Suara maupun Ari sepakat, semangat dan karakter generasi muda Subang harus ditempa dengan nilai-nilai perjuangan.
"Kalau kita tidak menjaga sejarah, kita akan mengulang kesalahan masa lalu," tegas H. Suara.
Dengan sejarah yang begitu kaya, Subang bukan hanya daerah dengan potensi ekonomi tinggi, tetapi juga gudang inspirasi perjuangan. Melalui LVRI dan PPM, nyala semangat 45 terus dihidupkan, mengalir dari para veteran kepada generasi muda. Juga, memastikan bahwa kemerdekaan ini tetap terjaga, bukan sekadar cerita di buku sejarah.
dok: Ivan




