Komentar

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Subang hadir dalam talkshow Lekat Radio Benpas bertajuk “Maulid Nabi Sebagai Momentum Dakwah Rahmatan Lil’alamin”, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Menurut MUI, Maulid Nabi tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga menjadi media edukasi untuk memperdalam pemahaman tentang dakwah Islam yang damai, toleran, dan penuh kasih sayang bagi seluruh alam.

Hadir sebagai narasumber dalam Talkshwow Lebih Dekat (Lekat)  KH. Dadan E. Hamdani, S.Ag, M.MPd., Sekretaris Umum MUI Kabupaten Subang, yang menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi Maulid Nabi sebagai refleksi kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW pada, Senin (1/9) di Radio Benpas Subang.

“Tidak ada sosok yang lebih layak kita cintai dan teladani selain Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum untuk menumbuhkan dan membuktikan rasa cinta kita dengan menghidupkan sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan nyata,” ujar H. Dadan.

Ia pun menegaskan bahwa tradisi memperingati Maulid Nabi tumbuh subur di Indonesia, dari tingkat nasional hingga pelosok desa, merupakan bukti nyata bahwa umat Islam Indonesia sangat mencintai Nabi Muhammad SAW. Namun. KH. Dadan mengingatkan, bahwa cinta yang sejati tidak cukup hanya dengan seremonial atau perayaan.

“Seremonial itu baik sebagai pemantik, tapi harus diiringi dengan pengamalan. Kalau kita ingin benar-benar mencintai Nabi, maka cintailah sunnahnya, ikutilah ajarannya. Karena Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia mencintaiku. Dan barang siapa yang mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga," ucapnya mengutip hadits Nabi.

Talkshow juga membahas kedalaman makna Rahmatan lil’alamin, bahwa Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia bukan hanya untuk umat Islam, tetapi sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. Dakwah beliau tidak eksklusif, melainkan inklusif dan penuh kasih sayang terhadap semua golongan, bahkan terhadap mereka yang berbeda keyakinan.

“Islam yang dibawa Nabi adalah Islam yang memanusiakan manusia. Rasul tidak hanya menyampaikan ajaran secara lisan, tapi mencontohkannya dalam tindakan. Beliau adalah teladan utama dalam kesabaran, kejujuran, dan keadilan. Maka tugas kita sebagai umat beliau adalah menjaga nilai-nilai itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar H. Dadan.

H. Dadan juga mengajak umat Islam untuk menjadikan rumah tangga dan kehidupan sosial sebagai ladang amal untuk mewujudkan nilai rahmah. Ia mencontohkan pentingnya menumbuhkan kasih sayang dalam rumah tangga, hubungan suami istri, dan kehidupan bertetangga sebagai wujud Islam yang damai.

 “Rahmatan lil’alamin itu tidak harus besar. Dimulai dari sikap kita di rumah, di kantor, di masyarakat. Jika kita mencontoh Nabi dalam ucapan dan tindakan, insyaAllah kita ikut serta dalam menyebarkan rahmat kepada sesama,” pungkasnya.

Menutup talkshow, H. Dadan menyerukan agar peringatan Maulid Nabi tahun ini tidak berhenti pada euforia atau kegiatan simbolik, tetapi harus melahirkan semangat baru dalam berdakwah dengan pendekatan yang lembut, damai, dan penuh kasih sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

 “Jangan biarkan kecintaan kita kepada Nabi hanya sebatas kata-kata. Kenali beliau lewat sejarahnya, hidupkan sunnahnya, dan buktikan dengan akhlak kita. Itulah bentuk dakwah yang paling nyata,” tutup H. Dadan.



dok: agan

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+