Komentar

Suasana akhir pekan yang cerah turut menghangatkan Studio Radio Benpas dalam program rutin FKIP Universitas Subang pada Sabtu (22/11). Kali ini, pendengar diajak menyelami sisi lain matematika, bukan sekadar deretan rumus, melainkan kisah manusiawi, kejeniusan, hingga misteri para tokoh besar di baliknya.

Program yang dipandu Anisa Mega Utami, Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Subang, menghadirkan narasumber Dr. Betty Miliyawati, M.Pd., Dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Subang.

Mengusung tema “Kisah Matematika: Genius, Penemu, dan Penemuan Aneh”, Dr. Betty mengajak pendengar memahami bahwa para matematikawan legendaris bukan hanya sosok dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi, tetapi juga manusia dengan karakter unik, bahkan eksentrik.

Diskusi dibuka dengan kisah Pythagoras, tokoh yang namanya abadi lewat dalil segitiga siku-siku. Di balik kejeniusannya, Pythagoras ternyata mendirikan kelompok persaudaraan dengan berbagai aturan yang tak biasa, salah satunya larangan memakan kacang parang.

Perbincangan semakin menarik ketika cerita beralih pada Archimedes dan momen Eureka yang fenomenal.

Dr. Betty menggambarkan bagaimana sang ilmuwan begitu girang ketika menemukan konsep perpindahan volume air untuk mengukur kadar emas mahkota raja, hingga berlari di jalanan Syracuse tanpa sadar.

Tokoh lain yang dibahas adalah Isaac Newton dan Paul Erd?s. Newton, yang dikenal sebagai bapak fisika dan kalkulus, ternyata menghabiskan banyak waktu meneliti alkimia dan hal-hal gaib, fakta yang jarang disorot publik. Sementara itu, Paul Erd?s, matematikawan paling produktif di abad ke-20, hidup secara nomaden dari satu rumah kolega ke kolega lainnya, menyapa dengan kalimat khas “otak saya terbuka”, dan dikenal bekerja hingga 19 jam sehari menggunakan amfetamin demi menyelesaikan persoalan matematika.

Menutup diskusi, Dr. Betty menegaskan bahwa matematika adalah ilmu yang hidup—penuh drama kemanusiaan, rasa ingin tahu yang ekstrem, dan kisah-kisah inspiratif dari para tokoh yang mengembangkannya.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+