Komentar

LPPL Radio Benteng Pancasila Subang menghadiri agenda pembinaan isi siaran yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat di Studio Radio Aditya FM, Kamis (26/3).

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah insan radio di Kabupaten Subang, di antaranya perwakilan dari Radio Aditya, Radio DSS, Radio Mustika, Elshifa FM, dan Radio Pelangi. Pembinaan ini menjadi ruang penguatan kapasitas bagi lembaga penyiaran lokal dalam menghadapi dinamika industri media yang terus berkembang.

Komisioner KPID Jawa Barat, Dede Kania, S.H.I., M.H., menyampaikan bahwa radio saat ini dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Siaran tidak lagi terbatas pada frekuensi konvensional, melainkan juga merambah platform digital dan media sosial.

Namun demikian, menurutnya, perlu ada perhatian serius terhadap pengawasan isi siaran. Distribusi konten melalui media sosial memiliki jangkauan yang lebih luas tanpa batasan waktu, berbeda dengan pola siaran radio dan televisi yang memiliki regulasi jam tayang. Kondisi ini berpotensi membuka akses konten yang tidak sesuai, termasuk bagi anak-anak.

“Pengawasan menjadi tantangan utama, terutama ketika konten dapat diakses kapan saja dan oleh siapa saja,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya menghadirkan program siaran yang ramah perempuan dan anak, serta tetap mengangkat nilai-nilai budaya lokal sebagai identitas penyiaran daerah.

Turut hadir Komisioner KPID Jawa Barat lainnya, Jalu P. Priambodo, ST., MT., yang bersama KPID mendorong penguatan kualitas konten siaran radio agar tetap relevan, edukatif, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme lembaga penyiaran di Subang, sekaligus memastikan konten yang disajikan tetap sehat, informatif, dan berpihak pada kepentingan publik.

Terdapat pula penyerahan secara simbolis dokumen isi siaran dari Radio di Kabupaten Subang kepada KPID Jawa Barat.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+