Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang kembali menunjukkan eksistensinya dalam mengedukasi masyarakat melalui siaran di Studio Radio Benpas Subang pada Sabtu, (13/11).
Dipandu dengan interaktif oleh dua mahasiswi Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Subang, Shalwa dan Trie, hadir secara langsung Yanri Budianingsih, M.Pd., selaku Kepala Prodi Pendidikan Matematika, dan Endang Sugianto, M.Pd., selaku Dosen Bahasa Indonesia FKIP Universitas Subang.
Keduanya membawakan topik yang berbeda namun saling melengkapi, yakni menyeimbangkan logika melalui matematika dan memperindah komunikasi melalui bahasa.
Pada sesi pertama, Yanri Budianingsih memaparkan materi mendalam mengenai kemampuan berpikir matematis. Yanri menekankan bahwa kompetensi utama yang diharapkan dari pembelajaran matematika bukan sekadar kemampuan berhitung, melainkan pembentukan pola pikir.
Menurutnya, berpikir matematis adalah sebuah kegiatan mental kompleks yang meliputi kemampuan memahami, memecahkan masalah, mengkomunikasikan ide, serta melatih daya pikir kritis dan kreatif.
Yanri pun menguraikan teori-teori fundamental yang mempengaruhi proses tersebut, seperti Teori Pemecahan Masalah dari Polya dan Teori Perkembangan Kognitif dari Jean Piaget. Ia menjelaskan bagaimana Polya merumuskan empat langkah dalam menyelesaikan masalah, mulai dari memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, hingga memeriksa kembali hasilnya.
Melengkapi pembahasan akademis tersebut, sesi kedua diisi oleh Endang Sugianto yang mengangkat topik menarik seputar idiomatik dalam Bahasa Indonesia.
Endang menjelaskan bahwa idiom merupakan salah satu kekayaan bahasa yang memberikan rasa dan estetika dalam komunikasi. Menurutnya, ungkapan idiomatik memiliki makna khusus yang tidak bisa diterjemahkan secara harfiah dari kata-kata penyusunnya, melainkan terikat pada konteks budaya dan kesepakatan masyarakat penggunanya.
Endang mengajak pendengar untuk memahami bahwa penggunaan idiom yang tepat dapat membuat komunikasi menjadi lebih luwes, tidak kaku, dan lebih berkarakter.




