Program Aksi Kita Oi mengudara kembali pada Kamis, (26/2) di studio Radio Benpas Subang, dengan mengusung tema Serba Serbi Pondok Pesantren MH Al-Jalal dan Bulan Suci Ramadhan 1447H.
Dipandu oleh Aldi Fahriansyah, hadir secara langsung para santri yang inspiratif dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Jalal, yakni Willy Al-Ashar selaku Ketua ROIS, Syahrul Fajri sebagai Wakil Ketua ROIS, Syira Khumaira yang menjabat Wakil Ketua ROISAH, serta Nayla Ramadhani dari Bidang Keamanan.
Mengawali perbincangan, Syira Khumaira menceritakan bahwa keberadaan mereka di organisasi pondok sangat melatih kepribadian dan kepemimpinan. Ia menuturkan bahwa sebelum mendisiplinkan banyak santri, hal paling utama yang harus dilakukan adalah mendisiplinkan diri sendiri terlebih dahulu, karena seorang pengurus pada hakikatnya adalah pemimpin bagi dirinya sendiri sebelum mengarahkan orang lain.
Menambahkan hal tersebut, Willy Al-Ashar mengungkapkan berbagai manfaat berorganisasi di dalam lingkungan pesantren. Menurut Willy, masuk ke dalam jajaran kepengurusan akan menjadi gambaran yang berharga di masa depan ketika para santri nantinya terjun langsung ke masyarakat. Ia menceritakan bahwa selama menjadi Ketua Rois, banyak sekali pembelajaran, wawasan, serta pengalaman berharga yang didapat.
Tantangan mengurus kedisiplinan para santri juga diceritakan oleh Nayla Ramadhani dari divisi keamanan. Nayla mengaku bahwa posisinya menjadi tantangan tersendiri karena ia harus berhadapan langsung dengan berbagai reaksi santri saat dinasihati atau dibangunkan, namun hal itu justru membuatnya belajar lebih banyak tentang kedisiplinan dan kesabaran.
Terkait rutinitas di bulan puasa, Nayla menjelaskan bahwa kegiatan selama bulan suci Ramadhan di Pondok Pesantren MH Al-Jalal sudah dimulai sejak pukul tiga pagi untuk shalat tahajud serta sahur bersama, disusul dengan penerapan program rutin one day one juz dan pengajian pasaran yang mendalami kitab Akidatul Islamiyah.
Syahrul Fajri melengkapi keseruan obrolan tersebut dengan memaparkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler serta tradisi unik para santri. Syahrul mengungkapkan bahwa di MH Al-Jalal para santri tidak hanya mengaji, tetapi dapat mengembangkan minat mereka melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti hadroh, futsal, hingga kemampuan berdakwah.
Menyambut kemeriahan bulan suci Ramadhan, Syahrul juga membagikan kisah seru tentang tradisi santri membangunkan sahur yang akrab disapa dengan Obrog Aljal, dimana santri dengan penuh semangat menyiapkan alat musik dan berkeliling agar seluruh penghuni pondok bisa terbangun dengan ceria.
Sebagai penutup, mereka berharap mampu memotivasi anak muda lainnya untuk menimba ilmu agama di pesantren, sekaligus mengajak memeriahkan bulan suci Ramadhan dengan penuh semangat.




