Perbedaan penanganan pada fase tanggap darurat dan pasca bencana menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam Talkshow Lebih Dekat (Lekat) di Radio Benpas Subang, Senin (09/2), menyusul bencana banjir yang melanda wilayah Pantura Subang.
Dalam talkshow tersebut, dijelaskan bahwa tanggap darurat bencana difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, seperti makanan, tempat pengungsian, dan layanan dasar lainnya.
Pada fase ini, Dinas Sosial memiliki peran utama dalam memastikan bantuan logistik dapat segera diterima warga yang terdampak banjir.
Selama masa tanggap darurat banjir Pantura Subang, dapur umum dioperasikan di sejumlah titik terdampak, khususnya Kecamatan Ciasem dan Pamanukan, guna memenuhi kebutuhan pangan warga dan pengungsi.
Selain itu, penanganan pengungsi di berbagai titik pengungsian turut melibatkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta relawan lintas sektor.
Pada fase pasca bencana, penanganan tidak lagi berfokus pada bantuan darurat, melainkan pada pemulihan kondisi wilayah dan aktivitas masyarakat.
Tahapan ini melibatkan berbagai instansi teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk perbaikan infrastruktur, serta Dinas Pertanian untuk pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir.
Melalui talkshow tersebut, masyarakat juga mendapatkan penjelasan bahwa bantuan sosial pasca bencana tidak hanya berada dalam kewenangan Dinas Sosial, melainkan menjadi bagian dari kerja bersama lintas organisasi perangkat daerah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Penjelasan mengenai perbedaan tahapan penanganan bencana ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat, sekaligus mengurangi kesalahpahaman terkait jenis bantuan dan waktu penyalurannya.
Talkshow Radio Benpas pun, menjadi ruang komunikasi publik untuk menyampaikan informasi secara terbuka dan edukatif kepada masyarakat Subang.




