Komentar

Program edukasi rutin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang kembali mengudara di Studio Radio Benpas Subang pada Sabtu, (31/1).

Dipandu oleh Trie Nakita, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Subang, membahas tentang Fungsi Kata Idiom dalam Sastra.

Hadir sebagai narasumber utama, Endang Sugianto, M.Pd., memberikan paparan mendalam mengenai fenomena kebahasaan yang sering digunakan untuk memperindah percakapan.

Dalam paparannya, Endang menjelaskan bahwa idiom merupakan konstruksi unik dalam bahasa Indonesia, dimana maknanya tidak bisa diartikan secara harfiah dari gabungan kata pembentuknya.

Ia menekankan bahwa meskipun idiom tampak menyimpang dari kaidah logis bahasa, penggunaannya justru sangat vital dalam komunikasi formal maupun informal.

Endang mengungkapkan bahwa salah satu fungsi terbesar idiom adalah untuk menjaga kesopanan dan etika saat berbicara. Karena penutur bahasa Indonesia sering menggunakan idiom untuk menghindari kata-kata yang terdengar kasar atau menyinggung perasaan orang lain. 

"Penggunaan idiom ini sangat efektif untuk memperhalus penyebutan yang banyak orang anggap tidak sopan apabila dinyatakan secara langsung. Sebagai contoh, daripada kita menyebut seseorang sombong, kita bisa menggunakan frasa tinggi hati yang terdengar lebih halus.” Ujar Endang.

Lebih lanjut, Endang menjelaskan klasifikasi idiom yang terbagi menjadi idiom penuh dan idiom sebagian.

Ia memberikan edukasi kepada pendengar bahwa idiom penuh, seperti ringan tangan yang bermakna suka membantu, memiliki unsur yang sudah menjadi satu kesatuan utuh. Sedangkan idiom sebagian, seperti berbuntut panjang, masih memiliki salah satu unsur yang mempertahankan makna aslinya.

Sebagai penutup, Endang berharap masyarakat dapat memperkaya kosakata mereka. Ia mengingatkan bahwa bahasa Indonesia memiliki banyak istilah yang bisa digunakan sebagai referensi untuk mengekspresikan sesuatu dengan cara yang lebih variatif.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+