Komentar

Menjelang Bulan Suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) memastikan stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam Talkshow Lekat (Lebih Dekat) bertema "Subang Ngabret Jaga Stabilitas Pangan: Peran DKUPP di Bulan Suci Ramadan", Rabu (18/2).

Dalam kesempatan tersebut, M. Irwan Ahadiat, S.E., M.M. menjelaskan bahwa kenaikan harga pangan menjelang Ramadan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya permintaan masyarakat, kondisi pasokan dan distribusi, serta faktor musiman menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Berdasarkan hasil pemantauan di pasar wilayah Subang Utara, Tengah, dan Selatan, komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga meliputi sayur-sayuran, cabai, bawang-bawangan, kentang, serta daging ayam. Untuk harga telur ayam, tercatat fluktuatif di kisaran Rp29.000 hingga Rp32.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam broiler berada di angka Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram dan berpotensi meningkat mendekati Hari Raya Idulfitri.

“Kenaikan harga daging ayam dipengaruhi oleh mekanisme supply and demand, naiknya harga pakan ternak, serta faktor cuaca dan distribusi. Meski demikian, kondisi inflasi di Kabupaten Subang masih dinilai aman. Tingkat inflasi tercatat sekitar 0,97 persen, masih berada di bawah ambang kewajaran inflasi sebesar 2,5 persen,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, DKUPP menjalankan sejumlah langkah pengendalian, di antaranya operasi pasar murah yang melibatkan Bulog dan mitra toko modern. Komoditas yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, serta sayur-mayur dengan harga terjangkau. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan intervensi melalui kebijakan subsidi guna menjaga daya beli masyarakat.

DKUPP juga aktif melakukan pengawasan terhadap barang bersubsidi seperti pupuk, beras, minyak goreng, dan gula. Pengawasan dilakukan melalui titik pantau pasar yang terintegrasi dengan sistem pelaporan ke pemerintah pusat. Dengan sistem tersebut, apabila terjadi lonjakan harga atau kelangkaan, langkah pengendalian dapat segera dilakukan hingga ke tingkat distributor.

Di sektor pengembangan ekonomi, DKUPP turut mendorong program inkubator produk ekspor. Beberapa komoditas unggulan Kabupaten Subang, seperti kopi, telah berhasil menembus pasar internasional. DKUPP juga memastikan aspek legalitas, mutu, dan higienitas produk sebagai bentuk perlindungan konsumen.

Menutup talkshow, DKUPP mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membeli sesuai kebutuhan, serta memperhatikan mutu dan kualitas bahan pangan. Pemerintah daerah berharap Ramadan tahun ini dapat berjalan dengan aman, tenang, dan penuh keberkahan, dengan harga yang tetap stabil serta kebutuhan masyarakat yang terpenuhi.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+