Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kembali menegaskan komitmennya dalam membenahi infrastruktur wilayah pada tahun 2026. Hal tersebut dibahas dalam program talkshow Lebih Dekat yang disiarkan langsung dari Studio Radio Benpas Subang pada Senin, (19/1).
Dipandu oleh Farida Al-Qodariah, M.I.Kom, menghadirkan narasumber David Sanusi selaku Plt. Kabid Jalan Dinas PUPR Subang, serta, Rustanto selaku Pejabat Fungsional Perencanaan PUPR dengan mengangkat tema Daftar Ruas Jalan Kabupaten Subang Fokus Perbaikan Tahun 2026.
Dalam paparannya, David Sanusi menjelaskan bahwa pada tahun 2026, Dinas PUPR Subang mendapatkan total anggaran sebesar Rp271 Miliar. Dari jumlah tersebut, alokasi terbesar ditujukan untuk infrastruktur jalan yakni sebesar Rp175 Miliar. Selain itu, anggaran juga disiapkan untuk jembatan sebesar Rp1,9 Miliar, drainase lingkungan Rp4,5 Miliar, drainase perkotaan Rp12,9 Miliar, serta irigasi sebesar Rp3,9 Miliar.
David menyebutkan bahwa rencana perbaikan jalan tahun ini menargetkan panjang sekitar 37,70 Km. Angka ini melanjutkan perbaikan dari tahun 2025, di mana Dinas PUPR telah berhasil memperbaiki 96,25 Km jalan yang terdiri dari 51,7 Kmjalan cor, 45,18 Km hotmix, dan pembukaan jalan baru sepanjang 2,5 Km.
Terkait teknis pelaksanaan, Rustanto selaku Pejabat Fungsional Perencanaan merinci bahwa terdapat 378 titik lokasi jalan yang akan diperbaiki pada tahun 2026. Proses ini dimulai dengan survei lokasi, penetapan harga barang, dan perencaan teknis di lapangan.
Menurut Rustanto, tim PUPR menargetkan Kerangka Penyusunan, rancangan gambar, dan rincian biaya untuk selesai pada bulan Februari agar segera masuk ke proses pengadaan barang dan jasa.
Ia pun memproyeksikan penandatanganan kontrak akan dimulai sekitar bulan April atau Mei, dan pelaksanaan perbaikan ditargetkan setelah momentum Lebaran Idul Fitri, dengan target penyelesaian pekerjaan pada bulan Juni-Juli.
Meskipun memiliki target yang jelas, David mengakui adanya tantangan di lapangan, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, Dinas PUPR hanya memiliki 45 personil yang dibagi menjadi tiga tim untuk menyurvei 378 titik di 30 kecamatan dengan ruas jalan yang panjang.
Oleh karena itu, penanganan didasarkan pada skala prioritas dari aduan masyarakat serta kondisi kerusakan, baik ringan maupun berat, guna menentukan metode yang tepat antara betonisasi atau hotmix.
David juga menekankan pentingnya program drainase sebagai penunjang utama, karena drainase yang tersumbat sampah akan mempercepat kerusakan kualitas jalan.
Menurut David, berdasarkan data Dinas PUPR, dari total 1.163 Km ruas jalan di Kabupaten Subang, terdapat sekitar 58,55 Km dalam kondisi rusak berat, 53,29 Km rusak ringan, dan 200 Km yang memerlukan pemeliharaan rutin.
Untuk menuntaskan target jalan leucir, David menyatakan pihaknya tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga aktif menjemput bola anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Menutup perbincangan, kedua narasumber memberikan imbauan penting kepada masyarakat. Rustanto meminta warga untuk tidak langsung melintasi jalan yang baru diperbaiki, khususnya jalan beton yang membutuhkan waktu 14 hingga 28 hari agar kering sempurna.
Sedangkan David mengajak masyarakat untuk bersabar menanti giliran perbaikan dan turut serta merawat infrastruktur yang sudah dibangun dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air dan merusak badan jalan.




