Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang kembali menggelar program edukasi bagi masyarakat melalui siaran langsung di Studio Radio Benpas Subang pada Sabtu, (6/12).
Dipandu secara interaktif oleh Feynarica Arzety, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, menghadirkan narasumber, Ida Maulida, M.Pd., Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Subang.
Dalam kesempatan ini, diskusi berfokus pada tema "English for Specific Purposes (ESP): Targeted English Learning Based on Learners' Needs, Professions, and Goals" atau pembelajaran bahasa Inggris yang terarah berdasarkan kebutuhan, profesi, dan tujuan pembelajar.
Dalam pemaparannya, Ida Maulida menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat mengenai pembelajaran bahasa Inggris yang sering dianggap luas dan rumit. Ia menjelaskan bahwa ESP hadir sebagai sebuah pendekatan dimana seluruh keputusan pembelajaran didasarkan pada alasan spesifik mengapa peserta didik mempelajari bahasa tersebut.
Berbeda dengan General English yang bertujuan meningkatkan kemampuan umum untuk berbagai situasi, ESP memfokuskan materi pada kebutuhan konkret, seperti menulis laporan teknis bagi insinyur atau komunikasi pelayanan bagi pekerja hotel, sehingga pembelajaran menjadi jauh lebih efisien dan relevan dengan dunia kerja.
Lebih lanjut, Ida menyoroti peran krusial dari Needs Analysis atau analisis kebutuhan sebagai fondasi utama dalam merancang materi ESP. Ia memberikan gambaran nyata bahwa seorang tenaga medis tentu membutuhkan kosakata seperti diagnosis dan resep, yang sangat berbeda dengan pelaku pariwisata yang lebih membutuhkan kemampuan hospitality dan menjelaskan destinasi wisata.
Ida pun mengupas berbagai ragam ESP yang kini berkembang pesat seiring tuntutan globalisasi, mulai dari English for Tourism, English for Business, hingga English for Medical Purposes dan Technology. Ia menegaskan bahwa setiap profesi memiliki konteks komunikasi dan kosakata spesifik yang unik, sehingga pendekatan satu ukuran untuk semua tidak lagi relevan dalam pembelajaran bahasa modern.
Sebagai penutup, Ida mengajak masyarakat Subang untuk memulai strategi belajar yang lebih cerdas dengan menetapkan tujuan yang jelas sejak awal, baik itu untuk karier, studi lanjut, maupun pekerjaan digital.




