Komentar

PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Subang, Pagaden, dan Pamanukan menjadi narasumber dalam Talkshow Lebih Dekat (Lekat) yang disiarkan Radio Benpas Subang, Rabu (28/01) membahas keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta pemanfaatan layanan digital PLN bagi masyarakat. 

Hadir dalam kesempatan tersebut para Team Leader dari masing-masing ULP, yaitu Kadie Purnama (TL K3L ULP Pagaden), Dana Khoirul Huda (TL Sales dan Retail ULP Subang), Yuliono (TL K3L ULP Pamanukan), serta Handerson Panjaitan (TL K3L ULP Subang).

Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi prioritas utama PLN dalam setiap aktivitas. Handerson Panjaitan menegaskan bahwa K3 merupakan upaya untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Di wilayah Subang, potensi bencana yang kerap terjadi antara lain longsor dan pohon tumbang. Menurut Handerson, PLN terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mempercepat penanganan di lapangan dan menjaga akses bagi masyarakat.

“Jika terjadi pohon tumbang yang mengganggu jaringan atau akses masyarakat, PLN bersama BPBD berupaya merespons dengan cepat agar aktivitas warga tidak terganggu,” katanya.

Yuliono menuturkan pengalaman PLN saat menghadapi banjir di wilayah Subang Utara, Pamanukan, dan Ciasem pada akhir pekan lalu. Ia menjelaskan bahwa PLN melakukan pemadaman listrik di wilayah terdampak banjir untuk menghindari risiko keselamatan.

“PLN memastikan gardu distribusi, sambungan rumah (SR), dan jaringan tegangan rendah (JTR) dalam kondisi aman. Seluruh tindakan dilakukan dengan koordinasi bersama kepala desa, RT, dan perangkat terkait,” jelasnya.

Dalam penanganan gangguan kelistrikan, terdapat dua kondisi pemadaman, yaitu pemadaman mendadak dan pemadaman terencana. Kadie Purnama menjelaskan bahwa komunikasi dengan masyarakat menjadi hal penting.

Talkshow ini juga menyoroti pemanfaatan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Kadie Purnama menyampaikan bahwa masyarakat dapat melaporkan berbagai keluhan, seperti listrik padam, pohon rawan tumbang, hingga pengajuan pemasangan listrik baru melalui aplikasi tersebut.

“Cukup dengan data KTP, alamat, dan nomor ponsel, laporan akan direkap dan ditindaklanjuti. Masyarakat juga dapat memantau progres penanganan secara langsung,” katanya.

Selain itu, Yuliono menekankan pentingnya instalasi listrik yang sesuai standar. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan penggunaan kabel atau instalasi yang tidak layak.

“Setiap pemasangan listrik harus memenuhi standar SNI dan memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) sesuai Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. PLN siap melakukan survei untuk memastikan instalasi aman,” ujarnya.

PLN Mobile juga mempermudah pencatatan meter mandiri. Yuliono menjelaskan bahwa masyarakat dapat melaporkan angka meter secara mandiri melalui aplikasi, khususnya jika rumah dalam kondisi kosong.

Menghadapi cuaca ekstrem, PLN mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan. Handerson Panjaitan mengingatkan agar masyarakat menghindari aktivitas di area terbuka, terutama di bawah pohon atau dekat tiang listrik.

“Pembangunan rumah juga harus memperhatikan jarak aman dengan jaringan listrik,” katanya.

Melalui talkshow ini, PLN ULP Subang, Pagaden, dan Pamanukan menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan kerja, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, serta memberikan layanan kelistrikan yang aman, andal, dan berbasis digital melalui kolaborasi dengan masyarakat dan BPBD.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+