Komentar

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disnakertrans & ESDM) Kabupaten Subang menegaskan komitmennya sebagai jembatan strategis antara pencari kerja dan dunia usaha.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Disnakertrans & ESDM, Rona Mairansyah A.P., M.Si., dalam Talkshow "LEKAT" Radio Benpas Subang, Kamis (7/8) yang dipandu Farida Al-Qodariah, S.I.Kom.

"Kami tidak hanya mendorong masyarakat untuk mencari kerja, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru," tegas Rona.

Ia menekankan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk harus diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja yang berkualitas.

Rona Mairansyah hadir bersama Kepala UPTD Balai Latihan Kerja Ucu Kuswandi, S.T, serta JF Pengantar Kerja Andre Lesmana dan Caswin, untuk mengurai peran dinas dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di Subang.

Menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Subang tanggal 29 Juli 2025, Rona menyampaikan bahwa dinas akan mendorong sistem rekrutmen terpusat yang diawasi langsung oleh unsur pimpinan daerah, termasuk Bupati, Forkopimda, akademisi, dan pihak perusahaan.

Tujuannya adalah menciptakan proses perekrutan yang transparan dan bebas pungutan liar.

"Perusahaan yang membuka lowongan wajib melapor ke Disnaker. Dari situ kami akan fasilitasi proses rekrutmen yang fair dan akuntabel," ujarnya.

Disnaker juga mengajak seluruh perusahaan di Subang untuk menjalin kerja sama formal melalui MoU dengan pemerintah daerah.

"Perusahaan butuh tenaga kerja berkualitas, dan kami bisa bantu siapkan. Pemerintah juga butuh dukungan perusahaan untuk serapan tenaga kerja lokal," jelas Rona.

Kepala UPTD BLK, Ucu Kuswandi, mengungkapkan bahwa sektor garmen masih menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak di Subang. Namun ke depan, BLK siap mendukung industri baru, khususnya sektor manufaktur, dengan peningkatan sarana dan pelatihan kerja. Dukungan Bupati Subang dinilai sangat positif dalam mendorong modernisasi fasilitas pelatihan.

Disnakertrans & ESDM juga aktif memfasilitasi penempatan kerja di luar daerah bahkan ke luar negeri.

"Subang saat ini menjadi lumbung TKI nomor tiga di Jawa Barat setelah Indramayu dan Cirebon," jelas Caswin.

Sebagai penutup, Kadisnaker mengingatkan para pencari kerja agar tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan pekerjaan dengan imbalan uang. Semua layanan ketenagakerjaan gratis dan terbuka. Jika ada yang meminta bayaran, ia menegaskan kepada masyarakat agar segera melaporkan.

Dengan peran aktif sebagai penghubung antara masyarakat dan perusahaan, serta penguatan kelembagaan melalui pelatihan dan regulasi, Disnakertrans & ESDM Subang terus mendorong penciptaan ekosistem kerja yang adil, terbuka, dan berkelanjutan.



dok: agan

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+