Komentar

Usai melantik delapan pejabat JPT Pratama, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.I.P menyampaikan bahwa penguatan organisasi perangkat daerah akan terus dilakukan secara bertahap.

Saat wawancara dengan Radio Benpas Subang pada Jumat, (9/1) di Tugu Benteng Pancasila Subang, ia memastikan bahwa sejumlah jabatan Eselon II yang saat ini masih kosong akan kembali diisi pada tahun mendatang, khususnya pada posisi-posisi strategis yang membutuhkan percepatan kinerja dan kemampuan beradaptasi dengan pola kepemimpinan yang diterapkan.

Bupati menegaskan bahwa pengisian jabatan bukan semata-mata untuk melengkapi struktur birokrasi, melainkan untuk memastikan target pembangunan daerah dapat tercapai. Delapan pejabat yang baru dilantik diharapkan menjadi energi baru bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Beberapa target prioritas daerah turut disampaikan, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan. Pada tahun sebelumnya, capaian perbaikan dan pembangunan jalan mencapai 92 kilometer. Tahun ini, Bupati berharap capaian tersebut dapat dipertahankan agar target pembangunan jalan pada 2027 semakin ringan dan dapat diselesaikan secara menyeluruh.

Selain itu, sektor pertanian menjadi perhatian serius, terutama persoalan kekeringan yang masih kerap terjadi di wilayah Pantura. Permasalahan pengelolaan sampah juga disebut sebagai isu penting yang harus segera ditangani secara kolaboratif.

Seluruh kepala dinas yang dilantik telah menerima target kinerja yang disusun bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Subang. Mereka diberikan masa evaluasi selama enam bulan. Dalam kurun waktu tersebut, kinerja akan dinilai secara objektif, termasuk dengan memperhatikan masukan dari masyarakat. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan selanjutnya, termasuk kemungkinan pergeseran jabatan.

Bupati menekankan bahwa jabatan bukanlah zona nyaman, melainkan amanah besar yang menuntut tanggung jawab dan hasil kerja nyata. Ia juga mengungkapkan bahwa proses seleksi JPT Pratama diikuti oleh 42 peserta, dan hanya delapan orang yang dinyatakan lolos berdasarkan penilaian kinerja dan kompetensi. Seluruh tahapan seleksi dipastikan berlangsung transparan, tanpa titipan dan bebas dari praktik gratifikasi.

Bupati menegaskan bahwa setiap aparatur yang memiliki keinginan menduduki jabatan Eselon II dipersilakan mengikuti mekanisme yang berlaku dan bersaing secara sehat melalui capaian nilai terbaik. Loyalitas dan kinerja akan menjadi indikator utama dalam penilaian.

Sebagai langkah penguatan kepemimpinan dan soliditas tim, Bupati juga menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan retreat bagi para pejabat yang baru dilantik. Kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan dibiayai secara pribadi sebagai bentuk komitmen terhadap integritas dan efisiensi.

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+