Upaya meningkatkan literasi pendidikan kembali dilakukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang melalui siaran edukatif di Studio Radio Benpas Subang, Sabtu (2/5).
Mengangkat tema “Tes Diskalkulia”, program ini menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat terhadap gangguan belajar yang kerap disalahartikan sebagai kemalasan anak.
Dipandu oleh Trie Nakita, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, diskusi menghadirkan akademisi FKIP, Yanri Budianingsih, M.Pd., yang memaparkan secara komprehensif mengenai diskalkulia yakni gangguan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan memahami angka dan konsep matematika.
Yanri menjelaskan bahwa diskalkulia memiliki karakteristik serupa dengan disleksia, namun berfokus pada aspek numerik. Individu dengan kondisi ini umumnya memiliki tingkat kecerdasan normal, tetapi mengalami hambatan pada keterampilan tertentu seperti mengenali simbol angka, melakukan operasi hitung, memahami konsep waktu dan uang, hingga mengingat tabel perkalian.
“Ini bukan persoalan malas atau kurang latihan. Diskalkulia berkaitan dengan cara otak memproses informasi numerik,” tegasnya, sekaligus meluruskan stigma yang masih sering ditemui di masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini melalui proses skrining. Pengujian dilakukan pada beberapa aspek, antara lain kemampuan berhitung dasar, pemahaman angka, pola logika, memori numerik, serta penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari.
Jika ditemukan enam atau lebih kesalahan dalam skrining, maka terdapat indikasi kuat diskalkulia yang perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi lebih mendalam.
Melalui forum ini, FKIP Universitas Subang mendorong peran aktif orang tua dan pendidik untuk lebih peka terhadap kebutuhan belajar anak. Pendekatan yang tepat, menurut Yanri, menjadi kunci utama dalam membantu anak dengan diskalkulia mengembangkan potensinya.
“Anak dengan diskalkulia bukan berarti tidak cerdas. Dengan metode pembelajaran yang sesuai, kemampuan mereka tetap dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.
Program ini menjadi bagian dari komitmen FKIP Universitas Subang dalam menghadirkan edukasi yang relevan dan aplikatif, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap isu-isu penting di dunia pendidikan.




