Program Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang kembali menyapa pendengar melalui gelombang udara di Studio Radio Benpas Subang pada Sabtu, (13/11).
Dipandu oleh Shalwa dan Trie, dua mahasiswi Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Subang, menghadirkan narasumber Dr. Slamet Wahyudi Yulianto, M.Pd.
Dalam siaran tersebut, Dr. Slamet mengupas tuntas tema mengenai pentingnya menjadi warga dunia dengan belajar bahasa Inggris secara mandiri.
Mengawali pembicaraannya, Dr. Slamet menekankan pergeseran identitas masyarakat modern yang kini tidak lagi sekadar menjadi warga lokal atau regional, melainkan telah bertransformasi menjadi warga dunia.
Ia memberikan gambaran bagaimana peristiwa yang terjadi di belahan bumi lain, seperti di Zimbabwe atau hutan Amazon, memiliki dampak domino hingga ke rumah-rumah warga di Indonesia.
Mulai dari perang tarif impor negara besar, fluktuasi harga saham, hingga krisis iklim seperti badai siklon yang memicu longsor dan pembatalan rencana kegiatan sehari-hari, semuanya menunjukkan betapa terkoneksinya dunia saat ini.
Oleh karena itu, upaya penanganan masalah global, seperti pengurangan emisi karbon dan pelestarian hutan, membutuhkan kerja sama serentak seluruh negara yang dijembatani oleh bahasa persatuan global, yakni bahasa Inggris.
Lebih lanjut, Dr. Slamet menyoroti bahwa di era digital, media dan sumber untuk mempelajari bahasa Inggris sudah tidak terbatas. Ia mematahkan stigma bahwa penguasaan bahasa asing hanya bisa didapat melalui pembelajaran formal di dalam kelas. Padahal metode pembelajaran yang paling efektif justru terjadi ketika seseorang tidak menyadari bahwa ia sedang belajar.
Sebagai penutup, Dr. Slamet membagikan fenomena menarik dimana banyak mahasiswanya yang terkejut dengan kemampuan bahasa Inggris mereka yang meningkat pesat karena tumbuh secara autodidak melalui hobi sehari-hari, seperti bermain video game, membaca cerita di Wattpad, atau menonton serial di layanan streaming.




