Komentar

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang menggelar diskusi edukatif bertema “Komunikatif Pragmatis dan Belajar Sastra dengan Mengenal Archives” pada Sabtu (23/8).

Acara ini menghadirkan dua narasumber dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, yakni Sunara, S.S., M.Pd. dan H. Doddy Wahyudi Purnama, M.Pd., dengan turut didampingi mahasiswa FKIP.

Dalam suasana bincang santai, Sunara memaparkan konsep komunikatif pragmatis. Ia menekankan bahwa pragmatis adalah makna yang kontekstual, sehingga komunikasi tidak hanya dipahami dari kata-kata, tetapi juga dari tujuan, situasi, dan maksud yang melatarbelakanginya.

“Berbicara tentang pragmatis berarti berbicara tentang makna yang terikat konteks dan tujuan tertentu,” jelasnya.

Sementara itu, H. Doddy Wahyudi menyoroti pentingnya arsip dalam dunia pendidikan, khususnya sastra. Menurutnya, arsip adalah kumpulan dokumen, catatan, atau bahan lain yang disimpan untuk pelestarian, referensi, hingga penelitian, baik dalam bentuk fisik maupun digital.

“Arsip berfungsi untuk pelestarian, penelitian, transparansi, pengelolaan informasi, hingga dokumentasi proses dan kegiatan. Bahkan, arsip juga dapat melibatkan komunitas,” paparnya.

Ia menegaskan, arsip memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra: memperkaya pemahaman, memberi konteks, hingga melatih keterampilan apresiasi dan analisis.

“Arsip adalah aset berharga. Jika dimanfaatkan secara efektif, pembelajaran sastra akan menjadi lebih menarik, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan siswa,” tutupnya.



dok: restu

KATEGORI

Komentar (Komentar)

MEDIA SOSIAL+