Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang melalui UPTD PLUT KUMKM menyelenggarakan Pelatihan Literasi dan Digitalisasi Keuangan bagi UMKM, serta Pelatihan Perkoperasian Berbasis Kompetensi bagi Pengurus Usaha, pada Selasa (9/9) di Gedung PLUT KUMKM Subang.
Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 40 peserta, yang terdiri dari 25 pelaku UMKM dan 15 pengurus koperasi.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam pembukaan pelatihan, di antaranya Kepala DKUPP Kabupaten Subang Bambang Suhendar, S.IP, Kepala UPTD PLUT KUMKM Dewi Oktalya Anggraini, S.STP., M.AP., Kabid UMKM DKUPP Dadan Erwansyah Hamdani, S.Ag., S.T., M.MPd., serta perwakilan dari P3W Jawa Barat, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jawa Barat, dan ABDSI Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Kabid UMKM DKUPP Dadan Erwansyah menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan para pengurus koperasi agar mampu mengelola koperasi secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Sementara itu, pelatihan bagi pelaku UMKM diarahkan agar mereka mampu mengelola keuangan dengan baik serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, sehingga usaha yang dijalankan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Kepala DKUPP Kabupaten Subang Bambang Suhendar, dalam sambutannya sekaligus membuka acara, menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku UMKM dan penguatan kapasitas SDM bagi pengurus koperasi.
“Sering kali UMKM kesulitan mengelola keuangan bukan karena tidak mau, tetapi karena uang yang ada terbatas. Jika pengelolaan dilakukan dengan benar, sekecil apa pun modal bisa menjadi kekuatan usaha,” ujarnya.
Begitu juga dengan digitalisasi, menurutnya jangan sampai kita punya handphone canggih tapi tidak digunakan untuk hal-hal produktif,” ujar Bambang.
Ia juga berharap agar koperasi-koperasi di Subang, khususnya yang telah maju, dapat menjadi lokomotif penggerak ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah melalui layanan simpan pinjam yang tidak hanya melayani anggota koperasi, tetapi juga pelaku UMKM di luar keanggotaan.
“Koperasi yang kuat bukan hanya karena modal, tetapi karena kompetensi, keteguhan, dan keuletan pengurusnya. Faktor SDM menjadi kunci utama keberhasilan koperasi,” tegas Bambang.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para pengurus koperasi dan pelaku UMKM di Kabupaten Subang dapat meningkatkan profesionalisme, memperkuat manajemen usaha, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berdaya saing.
dok: restu




